* Broadcastindo.com

Custom Search
Penyedia Layanan Hosting dan Domain Ponorogo

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Author Topic: CARA PEMBUATAN Jejak UFO (video)  (Read 2384 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline admin pozone

  • Administrator
  • *****
  • Posts: 56
  • Reputation: +28/-3
  • Gender: Male
  • Hidup adalah kebersamaan!!!
    • Liat koleksi Photography ku.
CARA PEMBUATAN Jejak UFO (video)
« on: January 26, 2011, 12:05:31 AM »
Jejak ufo di sleman buatan Manusia!         
Bukan JEJAK UFO ATAU SUTET , tapi Ulah Manusia (Klarifikasi UFO Jogja)
 
[spoiler=Video "Jejak UFO"][/spoiler]

 Fenomena kemunculan UFO yang meninggalkan jejak di daerah persawahan Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, kini mulai terjawab sudah. Berbagai macam spekulasi muncul, mulai dari kalangan awam hingga bidang ahlinya seperti LAPAN ( Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ). Tetapi sebagai masyarakat ilmiah utamanya akademisi tentu berargumen ketika dasar dan bukti konkret benar-benar ada. Dari beberapa komentar dari artikel saya sebelumnya UFO ke Jogja, Ngapain? ada beberapa komentar yang menyinggung tentang SUTET, pada awalnya tidak mengerti, hingga akhirnya memina bantuan wikipedia. Selain itu juga media online juga sudah tersiar kabar bahwa ada beberapa spekulasi yang muncul beberapa diantaranya SUTET.
 
Ada SUTET di atas Lambang UFO
 
 SUTET atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi merupakan media pendistribusian listrik oleh PLN berupa kabel dengan tegangan listriknya dinaikkan hingga mencapai 500kV yang ditunjukkan untuk menyalurkan listrik dari pusat pembangkit listrik menuju pusat-pusat beban yang jaraknya sangat jauh. SUTET sendiri dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu SUTET pipa bawah tanah atau bawah air, dan SUTET kontsruksi udara. Indonesia sebagai negara yang berbentuk kepulauan menggunakan kedua jenis SUTET ini, SUTET bawah air digunakaan untuk mendistribusikan listrik antar satu pulau dengan pulau lain, sedangkan SUTET kontruksi udara digunakan untuk mendistribusikan listrik di darat.
 
 Karena SUTET merupakan kawat yang berarus maka tentu saja SUTET menghasilkan medan listrik dan medan magnet dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Berikut adalah dampak-dampak yang ditimbulkan oleh medan listrik pada SUTET yang dapat dirasakan secara kasat mata (scribd.com):
 
 * Menimbulkan suara/bunyi mendesis akibat ionisasi pada permukaan penghantar (konduktor) yang kadang disertai cahaya keunguan,
 
 * Bulu/rambut berdiri pada bagian badan yang terpajan akibat gaya tarik medan listrik yang kecil,
 
 * Lampu neon dan tes-pen dapat menyala tetapi redup, akibat mudahnya gas neon di dalam tabung lampu dan tes-pen terionisasi,
 
 * Kejutan lemah pada sentuhan pertama terhadap benda-benda yang mudah menghantar listrik (seperti atap seng, pagar besi, kawat jemuran dan badan mobil).
 
 Berdasarkan ulasan di atas maka, dapat dikatakan bahwa tidak ada korelasi yang menghubungkan antara SUTET dan Jejak UFO itu. Thomas Djamaluddin sebagai salah satu Profesor Riset Astronomi LAPAN menegaskan bahwa tidak ada mekanisme eletromagnetik membentuk pola seperti itu. Terlebih lagi padi tidak berpenguruh pada gaya eletromagnetik.
 
 Saya pribadi menduga bahwa suara besar yang dikabarkan menyerupai suara helokopter itulah yang menimbulkan spekulasi seroang warga. Ia mengatakan bahwa SUTET lah yang menyebabkan fenomena tersebut. Jadi ketimbang bergulat dengan SUTET mari kita abaikan dulu teori ini.
 
 Crop Cyrcle adalah Karya Manusia
 
 Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin ataupun mitos. Berikut ini selian juga fakta tapi sekaligus meruntuhkan teori SUTET tadi. Crop Cyrcle di Jogja yang pada akhirnya menimbulkan banyak spekulasi di media utamanya di masyarakat sebenarnya adalah sebuah fenomena biasa. Sudah banyak terjadi di belahan dunia. Bahkan menjadi objek wisata tersendiri. Untuk itu mari kita klarifikasi seksama agar yang ilmiah dan alami dapat disatukan.
 
 Crop Circle merupakan fenomena alam penuh misteri yang sekarang paling sering di jumpai. Fenomena alam ini pertama kali ditemukan di Inggris pada tahun 1647. Crop circle adalah suatu bentuk lingkaran besar dan luas dan aneka bentuk lain seperti geometri, bahkan ada juga yang yang biasa ditemui membentuk citra mahkluk hidup seperti kalajengking,kelabang dan lainnya. Seperti halnya yang terjadi di Jogja, Crop Crcle membentuk sebuah pola unik dan syarat dengan pembacaaan simbol. Di berbagai negara seperti Inggris, Amerika dan Australia yang banyak memiliki lahan pertanian Gandum lebih mudah untuk menemukan fenomena ini.
 
 Banyak yang mengkaitkan crop circle ini dengan kegiatan spiritual karena rangkaian bentuk geometri yang terbentuk di ladang pertanian itu (gambar-gambar itu terbentuk dengan tanaman yang rebah / roboh). Menurut informasi yang ada, kemunculan fenomena crop circle ini sering disertai juga dengan pemunculan ufo yang berbentuk bola cahaya. Sebuah video yang berhasil merekam proses terjadinya sebuah crop circle (di oliver’s castle tahun 1996, lihat foto atas) menunjukkan bahwa sebuah crop circle terbentuk dalam waktu hanya sekitar 20 detik saja. Padahal besarnya mencapai puluhan meter. Fenomena ini bahkan diperkirakan telah muncul sejak ratusan tahun lalu. Sebuah ukiran pahatan kayu dari abad 17 yang dinamakan “Mowing Devil” menunjukkan ada makhluk yang dipercaya adalah setan, membuat kerusakan berupa lingkaran di ladang pertanian.(sumber)
 
 Avebury Trusloe, nr Beckhampton, Wiltshire. Reported 30th June 2006 spekulasi-spekulasi dan asumsi orang tentang crop circle Lingkaran aneh nan misterius di ladang gandum adalah fokus yang selalu menarik perhatian dan penelitian dari kalangan ilmuwan, dan hingga kini belum ada kesimpulan atas sebab terjadinya fenomena tersebut.(Sumber)
 
 Sebenernya sulit untuk percaya kalo ini perbuatan manusia. Cukup banyak yang beranggapan, bahwa apa yang disebut lingkaran ladang gandum itu tidak lebih dari perbuatan iseng seseorang. Menurut ilmuwan Anderro dari Inggris yang telah menyelidiki sekaligus meneliti fenomena tersebut selama 17 tahun lamanya, bahwa ada sekitar 80% lingkaran ladang gandum itu merupakan buatan manusia. Seorang warga Inggris pernah menuturkan kepada media massa, bahwa dia dan beberapa temannya adalah pembuat lingkaran ladang gandum di London, Inggris. Sebelumnya mereka telah mempersiapkan gambar desain, ketika gandum di ladang hampir matang, dengan sebuah paku panjang dipantakkan di ladang gandum, dan paku itu dijadikan sebagai pusatnya, selanjutnya, melingkari permukaan tanah dengan tali, lalu muncullah sebuah lingkaran ladang gandum.
 
 Masalahnya, apakah mungkin seseorang dapat membuat lingkaran berdiameter 70 meter tersebut dalam satu malam tanpa alat bantu yang memadai? lalu tujuan membuatnya untuk apa?
 
 
 http://metro.kompasiana.com/2011/01/...asi-ufo-jogja/
 
[spoiler=Video Cara Pembuatan Crop Cyrcle] [url=http://www.youtube.com/watch?v=O19Aa7KH9-U#]Cara membuat crop circle - Bandingkan dengan yang di Sleman.flv[/spoiler]

Source : kaskus.us
« Last Edit: January 26, 2011, 12:08:59 AM by admin pozone »


Offline admin pozone

  • Administrator
  • *****
  • Posts: 56
  • Reputation: +28/-3
  • Gender: Male
  • Hidup adalah kebersamaan!!!
    • Liat koleksi Photography ku.
Crop Circle, UGM Siap Bayar Ganti Rugi
« Reply #1 on: January 27, 2011, 09:52:25 AM »
Ganti rugi diberikan jika pelaku benar-benar mahasiswa FMIPA UGM.

Seseorang yang menyebutkan dirinya Mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA Universitas Gajah Mada mengaku sebagai pembuat corp circle di Sleman, Yogyakarta. Pengakuan itu disampaikan oleh sang mahasiwa di situ studentmagz.com. (selengkapnya baca di sini)
Quote
Klarifikasi Artikel Ufo Sleman

Seperti sudah diberitahukan sebelumnya bahwa penulis artikel dan narasumber hingga hari ini, Rabu (26/1) belum bisa dihubungi.

Sebelum di-edit, dalam artikel fakta di balik jejak Ufo Sleman disebutkan nama Universitas tertentu. Melihat sekarang berita crop circle itu semakin liar di beberapa media, founder Studentmagz.com belum bisa menghubungi penulis meminta kembali mengkonfirmasi narasumbernya, walaupun ia sempat mengatakan sang mahasiswa belum online juga sejak terakhir chatting Senin (24/1) 23:30 malam lalu.

Di sisi lain, Tim Lapan menyebutkan arah jatuh padi jejak Ufo di Sleman searah jarum jam menguatkan statement dalam artikel tim Studentmagz.com yang mengatakan padi jatuh searah.

Banyak penggila Ufo tidak percaya bahwa crop circle itu buatan manusia, mungkin karena mereka belum melihat cara membuat crop circle yang katanya jejak Ufo itu.

Klarifikasi Artikel dan Pemberitaan Media
Berdasarkan artikel pada Fakta di Balik Ufo Sleman, ada beberapa hal yang harus diluruskan, karena beberapa pemberitaan media yang merujuk pada Studentmagz.com kurang akurat. Tidak sesuai seperti yang tertulis.

- Alat Pembuat Crop Circle
Tim Studentmagz.com tidak pernah menyebutkan bahwa narasumber (mahasiswa) menggunakan pembajak beroda, tapi hal itu adalah sebuah analisa sang penulis.

- Mahasiswa Universitas Tertentu
Beberapa forum membuat judul besar bahwa 6 orang mahasiswa sebuah Universitas di Jogja, namun dalam artikel Ufo Sleman terpaksa di-edit karena baik penulis maupun narasumber belum bisa dikonfirmasi dua kali soal ini. Tapi si penulis mengaku kepada founder bahwa ia kenal dengan narasumber yang benar-benar kuliah di Jogja, tapi apa benar di Universitas yang disebutkan itu? Di Jogja juga masih banyak kampus lain.

Dari tidak bisa dihubunginya nara sumber dan penulis oleh tim kami, maki Studentmagz.com berkesimpulan bahwa tentu ada dua penyebabnya:

Pertama, nara sumber berbohong lalu takut dicerca banyak dan menyembunyikan identitas diri. Sang penulis, mungkin, merasa dibohongi dan malu karena dalam penulisan tidak melakukan cross-check terlebih dahulu.

Kedua, memang benar sang mahassiswa yang katanya kuliah di Jogja itu pelakunya, jadi tidak heran kalau dia bersembunyi karena kepolisian Sleman akan menangkapnya. Sementara sang penulis juga takut diinterogasi, dan takut disalahkan telah membuat artikel yang tak berimbang...

Nah, jika ada kalangan netter dan forumer mengatakan bahwa artikel Fakta di balik Ufo Sleman itu Hoax alias sampah, sah-sah saja. Karena pihak Studentmagz.com merasa tidak ada yang dirugikan dengan tulisan tersebut. Tapi jika ada yang keberatan dengan artikel itu silakan beritahu kami lewat kontak.
.
Rektorat  UGM sedang menelusuri kebenaran informasi ini dan siap bertanggung jawab jika mahasiswanya benar-benar terlibat.
 
“Kami siap memberi ganti rugi kepada petani yang lahan padinya digunakan untuk membuat crop circle oleh mahasiswa FMIPA UGM,” kata Dekan FMIPA Dr Chairil Anwar, Rabu, 26 Januari 2011
 
Ganti rugi itu akan diberikan jika pelaku sudah benar-benar ketahuan dan terbukti mahasiswa UGM. Soal berapa besar nilai ganti rugi itu akan dimusyawarahkan bersama petani yang lahannya dijadikan objek. “Terlepas mereka meminta izin atau tidak menggunakan lahan tersebut, kita akan menggantinya,” kata dia.

Dalam menelusuri kebenaran informasi ini, UGM  sudah melakukan sejumlah langkah. "Kami telah meminta kepada Ketua Prodi dan ketua Himpunan Mahasiswa matematika untuk mencari tahu, dan menghubungi mahasiswa lain," kata Chairil.
 
Sementara itu Ketua Jurusan Matematika FMIPA UGM Prof Dr Widodo, mengaku telah menghubungi seluruh mahasiswa matematika yang sedang mengisi liburan baik yang tinggal di dalam dan luar DIY. Mereka dihubungi per telepon dan SMS. Namun hingga saat ini tidak ada satu pun yang mengaku melakukannya.

“Kebanyakan mereka berada di luar DIY. Jawabannya macam-macam, seandainya itu pun dilakukan anak (mahasiswa) matematika, belum tentu akan mengaku, soalnya kepolisian mengatakan akan memperkarakan,” kata dia.
Dalam artikel berjudul 'Fakta di Balik Jejak UFO di Sleman', yang dimuat di studentmagz.com, si mahasiswa yang tidak disebutkan namanya itu mengakui ada enam temannya yang lain yang ikut 'mengerjai' sawah milik 8 petani di wilayah Berbah.
Chairil menilai  tindakan membuat crop circle yang bikin heboh warga itu tidak termasuk tindakan kriminal. Sebaliknya, ia menilai sebagai hasil kreativitas yang pantas dihargai. “Saya memberi apresisi, ini sebuah kegiatan yang kreatif,” katanya.

Crop circle, menurut dia, merupakan bagian dari seni instalasi yang menggabungkan pengetahuan matematika, komputer dan media yang dipakai areal persawahan. “Dari sisi simetris (bentuk crop circle), larinya ke matematika cuma medianya sawah,” tutur dia.
Inspirasi Wisata

Sementara kalangan seniman menilai fenomena crop circle di Sleman dan Pitungan, Bantul  bisa dimanfaatkan untuk menarik wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pola geometris yang unik dari crop circle diimbau dibuat di lahan-lahan pertanian yang berada disekitar Bandara Adisucipto Yogyakarta.

"Para wisatawan yang menggunakan pesawat manakala akan turun atau naik pesawat dapat melihat crop circle dari dalam pesawat. Ini tentunya menjadi sesuatu yang menarik bagi wisatawan yang akan datang ke Yogyakarta," kata Ong Harry Wahyu, salah seorang seniman di  Yogyakarta.

Menurut dia, kreasi seni ini bisa saja tidak dalam bentuk pola geometris, tapi  wajah atau lambang daerah. "Jadi bisa digunakan sebagai alat kampanye wisata bagi Yogyakarta yang saat ini baru kembali pulih usai bencana Merapi,"  katanya.

Laporan: Juna Sanbawa | Yogyakarta
• VIVAnews

Offline admin pozone

  • Administrator
  • *****
  • Posts: 56
  • Reputation: +28/-3
  • Gender: Male
  • Hidup adalah kebersamaan!!!
    • Liat koleksi Photography ku.
Re:CARA PEMBUATAN Jejak UFO (video)
« Reply #2 on: January 27, 2011, 10:09:06 AM »
LAPAN Pastikan Crop Circle Kreasi Seniman

SLEMAN – Tim ahli dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali menegaskan bahwa crop circle yang diduga  bekas pendaratan pesawat luar angkasa UFO di Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman dan di Piyungan, Bantul adalah buatan manusia.
 
Pernyataan itu disampaikan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN Sri Kaloka Prabotosari setelah melakukan penelitian ulang di dua crop circle di areal persawahan tersebut, Rabu (26/1) siang. Sebelumnya, Selasa (25/1) malam, tim dari LAPAN telah melakukan penelitian dan mengambil sejumlah sampel di crop circle Berbah dan Piyungan
 
“Pembuatnya lebih dari satu orang. Sebab, pengerjaan crop circle di Berbah ini durasinya hanya sekitar lima jam,” kata Sri, kemarin. Durasi lima jam itu merujuk dari keterangan para saksi bahwa crop circle pertama diketahui pada Minggu (23/1) sekitar pukul 05.00. Padahal, malam sebelumnya (Sabtu, red) sekitar 23.00, salah seorang warga setempat, Heri Supriyanto, mengaku tidak melihat keanehan di tujuh patok sawah itu.
 
Menurut Sri, para pembuat crop circle itu merobohkan tanaman padi menggunakan papan yang ditekan. Ditemukannya bekas tancapan patok di pusat crop circle menguatkan dugaan bahwa bentuk geometris itu dibuat dengan jalan mengaitkan papan dengan tali yang diikatkan pada patok (model jangka, red).
 
“Para pembuatnya minimal menguasai teori matematika, mekanika, dan geometri. Crop circle di Berbah yang hampir mendekati sempurna menunjukkan bahwa para pembuatnya tergolong cerdas,” ungkap Sri. Sebab, lanjut dia, mengaplikasikan desain dari kertas ke areal persawahan dengan luas mencapai sekitar 70 meter persegi bukan hal mudah. Apalagi pengerjaannya pada malam hari.
 
Selain menemukan bekas tancapan patok di pusat crop circle Berbah, Sri yang didampingi peneliti astronomi LAPAN Nizam Ahmad juga menemukan sejumlah bukti lain yang menunjukkan bahwa crop circle itu buatan manusia.
 
“Dari lingkar luar dan lingkar tengah, terdapat sejumlah jalur menuju pusat crop cirle. Jalur itulah yang dilewati para pembuatnya,” ujar Nizam. Selain itu, kalau memang crop circle adalah bekas pendaratan UFO, berarti tanaman padi roboh karena tekanan dari atas.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tanaman padi roboh searah jarum jam. Sedangkan tanaman padi yang terdapat di sekitar patok beton pembatas pipa pertamina masih berdiri tegak. “Sebab, papan yang digunakan untuk merobohkan padi terbentur pada sejumlah patok beton itu,” papar Nizam.

 

Pemilihan lokasi pembuatan crop circle di sebelah tenggara bukit Suru menunjukkan kalau pembuatnya juga ingin menikmati hasil karyanya bisa dinikamti secara jelas dari atas bukit. Berbeda dengan crop circle yang terdapat di Piyungan Bantul yang sulit dinikmati keindahannya karena jauh dari tempat yang lebih tinggi.

“Diameter crop circle di Piyungan Bantul jauh lebih kecil dari yang ada di Berbah. Desainnya juga lebih sederhana. Bisa dikatakan lebih indah crop circle yang ada di Berbah,” pungkas Nizam. (leo)

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Offline admin pozone

  • Administrator
  • *****
  • Posts: 56
  • Reputation: +28/-3
  • Gender: Male
  • Hidup adalah kebersamaan!!!
    • Liat koleksi Photography ku.
Crop Cricle
« Reply #3 on: January 27, 2011, 11:41:37 AM »

Crop Cricle yang menghebohkan itu...
ternyata kemungkinan besar bukan bekas jejak tinggalan UFO, tapi buatan mahasiswa MIPA UGM... ck..ck...ck..


the zoomed-in crop.


another good view (again)

.. sepanjang jalan di antara sawah, banyak pedagang berjualan.. parkir mobil dan sepeda motor full!
..suatu income tambahan yang baik buat Pemda setempat.


.. betapa susahnya untuk mendapatkan view yang bagus dari puncak bukit Gunung Suru.. di Desa Rejosari, Tlogotirto, Berbah, Sleman, DIY..
Source Foto Sony Harsono - The First Crop Circle in Indonesia (23 Jan 2011)


Komunitas Online Terbesar di Ponorogo