* Broadcastindo.com

Custom Search
Penyedia Layanan Hosting dan Domain Ponorogo

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Author Topic: Ada odong-odong, ada odong-odong  (Read 932 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline admin pozone

  • Administrator
  • *****
  • Posts: 56
  • Reputation: +28/-3
  • Gender: Male
  • Hidup adalah kebersamaan!!!
    • Liat koleksi Photography ku.
Ada odong-odong, ada odong-odong
« on: February 05, 2011, 12:47:25 PM »

Ilustrasi

DARI kejauhan terdengar lagu anak-anak berkumandang di tepi jalan. Mendengar lagu tersebut, sekumpulan anak berusia 4 sampai 5 tahun yang tadinya asyik bermain di samping rumah langsung berlari ke tepi jalan. Beberapa bayi dibawah lima tahun (balita) digendong orang tuanya keluar rumah  sambil melihat ke tepi jalan.

"Ada odong-odong, ada odong-odong," teriak anak-anak sambil menunjuk ujung jalan di seputaran Jl Ahmad Yani, Kecamatan Loa Kulu. Terlihat sebuah kendaraan mirip becak, dengan sepeda sebagai penggeraknya sedang dikayuh seorang pria. Di bagian depan becak itu dibentuk kotak persegi panjang kira-kira seukuran meja kantor. Di atas kotak yang pinggirnya dicat warna-warni dengan motif menarik ini terdapat 4 sepeda motor dan mobil mainan yang terbuat dari plastik.

Keempat sepeda motor dan mobil mainan itu ditopang pipa besi yang tersambung dengan penggerak yang sudah dimodifikasi terhubung dengan pedal sepeda. Sedangkan di atasnya diberi atap tripleks anti air, yang dilengkapi dengan plafon (langit-langit). Plafon tersebut sekaligus berfungsi sebagai kotak musik, dilengkapi dua speaker seukuran bet tenis meja yang menempel ditripleks yang menghadap ke bawah tepat berada di atas empat kendaraan mainan.
Di bagian plafon yang berhadapan dengan joki odong-odong itu, terdapat sebuah tape mobil dilengkapi aki sebagai sumber listriknya. Odong-odong mendekat, anak-anak yang sudah menunggu di tepi jalan langsung meminta joki odong-odong berhenti dan langsung naik duduk di atas empat kendaraan mainan. "Ayo, mainkan, lek," ujar seorang anak.

Lagu anak-anak pun dimainkan, sang joki langsung mengayuh pedal odong-odong sehingga membuat empat kendaraan mainan bergerak naik turun, maju mundur. Anak-anak terlihat tersenyum riang, ada yang sambil bercanda, ada juga yang benyanyi mengikuti irama lagu. Suki, demikian joki odong-odong tersebut. Pria asal Ponorogo Jawa Timur itu mengatakan dirinya baru setahun merantau ke Kutai Kartanegara (Kukar).

Pria yang mengaku bujangan itu awalnya bekerja serabutan saat tiba di tempat keluarganya yang sudah terlebih dahulu menetap di Loa Kulu. Beberapa bulan di Loa Kulu membuatnya paham akan lingkungan tempat tinggal barunya itu, di antaranya kurangnya sarana hiburan bagi anak-anak. Suki menangkap peluang tersebut. Dengan modal seadanya, dirinya membuat odong-odong.

Hingga kini, pemuda berambut pendek  yang kerap mengenakan kaos oblong hitam itu merasa cocok dengan profesinya. Hasil ketekunannya, Suki bisa mengumpulkan rupiah demi rupiah. Suki memungut tarif seribu rupiah untuk seorang anak yang menaiki odong-odongnya selama satu lagu. Jika odong-odongya terisi semua, Suki bisa mendapatkan empat ribu tiap satu lagunya. "Lumayan mas, sehari paling sedikit dapat Rp 100 ribu," ujar pemuda asal Kota Reog Ponorogo itu sambil mengayuh pedal odong-odongnya, Jumat (4/2) sore kemarin.

Penghasilan tersebut bisa bertambah, jika Suki menambah waktu usahanya dengan mangkal di pasar malam-pasar malam yang ada di Loa Kulu. "Uangnya untuk biaya hidup, sebagaian saya tabung, mas. Siapa tau nanti dapat jodoh, simpanan saya sudah ada untuk biaya nikah," ujarnya sambil tersenyum. (hmp03/kaltim post)
« Last Edit: February 05, 2011, 01:33:52 PM by admin pozone »