* Broadcastindo.com

Custom Search
Penyedia Layanan Hosting dan Domain Ponorogo

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Author Topic: Yang Paling Tidak Disukai dari Ponorogo  (Read 9732 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline yulie88

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 420
  • Reputation: +4/-1
  • Gender: Female
  • Learning to be a true muslimah..
Yang Paling Tidak Disukai dari Ponorogo
« on: March 25, 2008, 04:55:52 PM »
kita semua emang warga Ponorogo, dan sudah pasti cinta banget dgn kota kita tersebut...
tapi, ada gak sih hal yang temen2 gak suka dari kota Ponorogo?
terutama LifeStyle-nya orang Ponorogo.
siapa tahu, gaya hidup tersebut merupakan bagian dari kita sendiri yang tidak kita sadari
dan setelah tahu bahwa hal tersebut kurang baik dan tidak disukai
maka kita akan berubah menjadi warga Ponorogo yang baik dan dicintai...
 :) :) :)


Offline yulie88

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 420
  • Reputation: +4/-1
  • Gender: Female
  • Learning to be a true muslimah..
Re: Yang Paling Tidak Disukai dari Ponorogo
« Reply #1 on: March 25, 2008, 05:06:21 PM »
mulai dari Yulie dulu yah..
klo aku sih, ada beberapa hal kurang aku sukai...
terutama orang Ponorogo yang (menurutku) tidak mempunyai kepribadian pasti
mungkin ini juga karena pengaruh wilayah geografis kota Ponorogo
yang berada ditengah2. ngerti maksduku kan?
diantara Jawa Tengah dan Jawa Timur
kita memang masuk Jawa Timur, tapi kita juga telah banyak terpengaruh oleh kepribadian orang Jateng yang letaknya cukup dekat dengan kota kita.
anak2 muda di Ponorogo juga, masih memiliki budaya latah. suka ikut2tan, padahal belum tentu bahwa yang diikuti positif.
Ironis banget, padahal di Ponorogo ada banyak pesantren yang terkenal di seluruh Indonesia bahkan dunia, tapi tidak mampu mempengaruhi jiwa sebagian besar warga Ponorogo. Bukan sepenuhnya salah kita, mungkin pesantren tersebut memang kurang mampu memasyarakatkan gaya hidup islami yg mereka tanamkan didalam pesantren.
orang Ponorogo juga kurang gigih dalam bekerja, terlalu mengandalkan NIP (Nrimo Ing Pandum).
Semua hal yang saya ungkapkan diatas, sebenernya juga merupakan dari saya sendiri. Karena saya juga warga Ponorogo. Meski tinggal di Jakarta, tapi KTP saya masih KTP Ponorogo. (Untung belum ditangkap Satpol PP)

Offline admin pozone

  • Administrator
  • *****
  • Posts: 56
  • Reputation: +28/-3
  • Gender: Male
  • Hidup adalah kebersamaan!!!
    • Liat koleksi Photography ku.
Re: Yang Paling Tidak Disukai dari Ponorogo
« Reply #2 on: March 25, 2008, 11:21:36 PM »
buat saya pribadi, siklus kehidupan sudah mulai terasa....(atau mungkin dari dulu)
mulai dari cara costum dan asesoris yg melekat di sebagian remaja kita (maaf bukannya tidak suka atau ga gaul)
semua sudah berubah.....awan modiste sudah menyelimuti kota kita....
satu hal yang membuat kita heran.....

kita (orang PO yang ada di luar kota) membutuhkan informasi terkini dari kota kita....
dan muncullah pikiran dan pertanyaan, "bagaimana kita bisa tau keadaan PO...? dan apa yang bisa kuperbuat....?"
satu pertanyaan yang sampai saat ini masih melekat, 'apakah orang yang ada di Po sudah ga peduli lagi dengan keadaan kota kita??" (maaf sekali lagii maaf atas pertanyaan ini)
rasa cinta akan kampung halaman akan sangat terasa jika kita berada di luar kota.........(maklum saya juga di luar kota)

mungkin itu dulu........
sekali lagi maaf banget kalau ada yang salah atas ucapan saya.....

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Offline chandiel

  • Super Moderator
  • **
  • Posts: 892
  • Reputation: +33/-1
  • Gender: Male
  • all I want now is a Music 'n Dance
    • WEbSite  sAiA
Re: Yang Paling Tidak Disukai dari Ponorogo
« Reply #3 on: March 25, 2008, 11:50:53 PM »
cewek² neng ponorgo seng podho kemayu............ >:p >:p >:p >:p >:p >:p >:p >:p >:p >:p >:p

Offline SD_PMG_PRADJA

  • TUKANG BECAK
  • ***
  • Posts: 413
  • Reputation: +23/-2
  • Gender: Male
  • Mancal Becak Ayehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
Re: Yang Paling Tidak Disukai dari Ponorogo
« Reply #4 on: March 26, 2008, 02:59:22 AM »

yang mungkin gaya hidup para pe muda mudi ... PO
gaya hidup mewah / mungkin kepaksa mewah
sebra kecukupan........(tapi gak tau lagi di belakangnya) dandananya menor moncong tengah
padahal cuman tampang doang .... gak tau dalamnya alias gengsi dan cuman ikut2an aja
whahhahahhahahha :D :D :D dan merasa paling pandai dan bisa, kalo di kasih tau / d beri  saran pasti jwbnya ngeyel dan gak mau di salahin hehehhe padahal MALU BERTANYA MENYESATKAN  :grimace: :Clink: :Clink: :Clink:
tapi gak ada mereka gak rame  kurang seru ..... :s44: :s44: :s44: :s44: :s44: :s44:
 
 
« Last Edit: March 26, 2008, 03:00:49 AM by chandiel »

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Offline GSAdjie

  • Jr. Member
  • **
  • Posts: 262
  • Reputation: +10/-0
  • Gender: Male
  • Lahir.. Belajar.. Berjuang !!
Re: Yang Paling Tidak Disukai dari Ponorogo
« Reply #5 on: March 27, 2008, 10:51:21 AM »
Wah.. wah.. panas kuping saya baca topic yang satu ini..
Ada 'kesan' saya jika pembuat topik menyudutkan warga kita sendiri.. dan seakan 'meng-'hakimi' bahkan (astagfirullah..) mengeneralisasikan warga kita dengan istilah yang 'negatif'..
Maaf mbak.. mbok ojo ngono karo dulur dewe..
Sedikit tanggapan saya atas topik yang mbak yuli88 tulis :

1. soal kepribadian warga PO yang mbak tulis 'tak punya kepribadian pasti'.. apakah sudah dilakukan survey. Dan apa hubungannya antara kepribadian saudara2 kita itu dengan  letak geografis ponorogo yang ada ditengah2 (jatim-jateng).. he.he.
lucu saya membacanya..
pada kenyataannya, di ponorogo.. juga banyak warga yang jelas kepribadiannya  dan baik perilakunya. Dan juga sebaliknya..
Hal ini juga banyak terjadi dikota2 lain di seluruh dunia.. sehingga nggak bisa kalau itu digeneralisasikan (disamaratakan..)

2.Remaja PO yang ikut2an latah..
menurutu saya itu adalah konsekuensi dari globalisasi yang terjadi diseluruh dunia.. media yang bisa diakses sampai ke pelosok desa.. mencoba hal2 yang baru sebagai bagian dari naluri manusia (ini bukan latah.. tapi naluri manusia.. entah itu membawa kebaikan atau tidak, tergantung manusia yang menjalaninya..)
Diponrogo , remaja2 yang mbak bilang 'latah' itu ternyata juga banyak yang maju pola pikirnya, gak gaptek, sikap gaulnya diwujudkan dalam sebuah prestasi, dll.. demikian juga sebaliknya, ada juga yang terjebak dari arus globalisasi ini, dan akhirnya merugikan diri mereka sendiri.. dan itu alamiah, menurut saya.
Kita gak bisa menyalahkan.. perubahan pasti akan datang.. suka nggak suka..
tinggal kita yang harus menyikapi perubahan itu dengan baik dan bukan malah terjebak didalamnya..
Soal 'Latah' itu baik atau buruk.. kita serahkan pada remaja2 kita.. mau pilih yang mana ?

3. Soal Pesantren di PO yang menurut mbak yuli88 gak bisa menerapkan sikap hidup islami.. itu menurut saya juga gak tepat. Karena Islam gak pernah memaksakan diri, hanya menyerukan dan mengajak manusia pada kebaikan..
Begitupun dengan pesantren2 kita di PO..
Dan.. masyarakat kita juga cukup beragam koq.. banyak yang menerapkan gaya hidup islami juga.. dan ada juga yang tidak.. semua tergantung manusianya.
Mereka mau yang mana..?
Pesantren khan untuk mendidik dan bukan ber-misi untuk merubah gaya hidup masyarakat. tetapi paling tidak ada  pesan2 moral yang ingin mereka sampaikan (paling tidak pada masayarakat di sekitar pesantren tersebut).
Mbak.. menurut saya, didunia ini.. dimanapun ada manusia baik dan buruk prilakunya.
Tetapi itu tidak bisa digeneralisasikan (disamaratakan).. jangan dibilang semua warga PO itu jelek prilakunya, latah, pemalas, dll..
Wah.. itu namanya menghakimi secara sepihak.. padahal belum ada survey untuk itu (ini kalau kita bicara dari kacamata akademis lho..)

4.Warga Ponorogo gak Gigih dalam bekerja dan Nrimo ing Pandum
Wah.. wah.. mbak dapat kata2 itu dari mana ?
Maaf ya mbak.. didunia ini, dikota manapun, di kelurahan manapun di penjuru jagat ini, yang namanya orang malas.. pengangguran.. nrimo.. itu buanyak..
Bukan cuma di ponorogo !..
Mbak mungkin cuma melihat sebagian kecil warga kita yang pemalas (atau mungkin mbak punya pengalaman seperti itu.. he.he)
Tulung mbak.. perlebar lagi memandang sedulur2 kita di ponorogo deh..
Nggak semua mereka pemalas dan nrimo sama keadaan..
Satu, contoh kecil aja, coba mbak kunjungi pelosok2 desa di ponorogo ini.. betapa warga kita yang merantau di luar2 negeri.. mampu membangun desa2nya..
Meski itu hanya membangun rumah sendiri (misalnya).. tapi itu sudah menunjukkan bahwa untuk keluar dari kemiskinan, mereka rela jadi buruh2 kasar di kilang2 pabrik di malaysia, taiwan.. korea.. dll.
Untuk tidak dicap 'pemalas' dan nrimo.. mereka ada yang rela meninggalkan suami/istri dan anak yang dicintai untuk jadi PRT di hongkong, Arab, singapura, dll..
Saya sendiri.. karena sadar di negeri kita lagi 'susah' cari makan.. pengaguran banyak.. lulusan sekolah pada antri kerjaan.. saya rela mbak kerja jauh dari anak-istri.. nahan rasa kangen.. usap2 boyok tiap malem (kesel).. saya ada dinegeri yang asing.. amerika.. yang kita harus punya daya juang tinggi untuk bisa cari makan dan sekolahin anak2 kita dikampung..
Betapa banyak arek2 ponorogo.. yang mengalir jiwa 'warok2 ponorogo' didarahnya.. menantang hidup dinegri paman sam ini.. pertaruhkan hidupnya.. dan nggak bernyali kerdil.. karena kita AREK2 PONOROGO..
Yang Lahir di buminya PARA PEMBERANI !!!
Bukan pengecut..
Dan saya berdoa tiap malam.. bertahajud.. agar anak2 saya kelak miliki jiwa pemberani seperti ini juga.. agar nasib mereka berubah.. tidak pemalas.. tidak bingung mikirin negeri kita yang lagi 'sakit' ini.. mereka harus mandiri.. karena mereka sudah lahir di ponorogo juga..
Betapa saya tidak pernah menghina atau merendahkan sedulur2 saya sendiri.. cuma gara2 mereka malas..
Mungkin Allah belum menjawab doa mereka.. mungkin Allah sedang menguji mereka.. Mungkin Allah belum menuntun jalan mereka.. dan mungkin mereka belum dapat kesempatan itu.. itu saja koq bedanya.
Jadi kalau ada yang bilang orang2 ponorogo itu pemalas.. dan NIP (emang pegawai negeri..) Nrimo ing pandum, istilah mbak.. wah.. wah.. jangan di cap begitulah mbak.. sakit rasanya hati ini mendengarnya..

Kalau mbak pandai.. tolong ajari mereka yang bodoh..
Kalau mbak paling rajin.. tolong ajari mereka untuk tidak jadi pemalas, dan bagaimana caranya..

tapi saya percaya, arek2 ponorogo.. akan bisa hidup dimanapun, disegala medan apapun, di kondisi apapun..

Belum bisa ke Amerika.. mereka masih mau ngarit, garap sawah, ngaji dimusholla, bantu mbok-pak'e, dll..
Semua cuma tunggu kesempatan aja..
Saat itu datang.. mustahil mereka akan melewatkannya..
karena itu naluri manusia.. alamiah..

siapa sih yang mau dicap pemalas terus2an.. siap sih yang mau ngopi berjam2..siapa sih yang mau pasang togel dan meramal nomor2 judi terus2an..
Percayalah mbak yuli88.. ini cuma soal kesempatan aja koq..

dan bukan berarti kita ini pemalas.. ha..ha..ha.. ada2 aja !

Salam dari komunitas arek2 ponorogo di USA, Hongkong, Malaysia, Korea, Japan, Arab Saudi, Singapore, Slahung, Siman, germany, balong, Jetis, Canada, England, dsb..
Buat mbak yuli88 di jakarta..

kami bangga jadi putera Ponorogo !!
Kami lalui ribuan miles lautan.. seberangi ribuan kilometer daratan.. karena kami bukan anak2 pemalas dan nrimo.. kami ingin dunia tahu, bahwa arek2 ponorogo mampu !
Dan akan lahir kesempatan2 berikutnya untuk arek2 ponorogo lainnya.. Amien.



« Last Edit: April 18, 2008, 08:01:41 PM by ngaji »

Offline admin pozone

  • Administrator
  • *****
  • Posts: 56
  • Reputation: +28/-3
  • Gender: Male
  • Hidup adalah kebersamaan!!!
    • Liat koleksi Photography ku.
Re: Yang Paling Tidak Disukai dari Ponorogo
« Reply #6 on: March 27, 2008, 11:09:51 AM »
gimana ya kang, mungkin artikel di atas membuktikan bahwa dia yang merantau di luar kota (dengan catatan dia kerja) memberikan semangat juang buat mereka yang di kira bermalas-malasan di kota.....
padahal jalan juang kita berbeda-beda....
jangan salah.....
kita memang harus ikuti perkembangan jaman, modifikasi sesuatu yang sudah lama usang menjadi baru...
ini menunjukkan sikap positif/respect/tanggap akan hadirnya sesuatu yang baru....

@ kang adjie, ini hanya menunjukan keseriusan kita dalam mencari sesuatu di luar kota....
dan
@ yulie, starter topik yang bagus.......

Offline garfield

  • Pasukan Khusus
  • ****
  • Posts: 69
  • Reputation: +0/-0
  • Gender: Male
    • Eranet Pulsa
Re: Yang Paling Tidak Disukai dari Ponorogo
« Reply #7 on: March 27, 2008, 11:17:08 AM »
wah, kok mulai ke SARA ya, pak momod ma Admin nya ke mana nih...  :sadb:

saya tidak memihak ke siapa pun pada permasalahan ini, cuma satu yg saya garis bawahi,
ponorogo memang kota kecil yg mulai merangkak untuk mengikuti kota2 laen yg sudah maju, tentunya kehidupan masyarakatnya sangat bervariasi, ada yg sudah siap dan tentunya banyak juga yg belum siap. maka dari itu fenomena latah atau apapun itu istilahnya memang sangat mungkin terjadi pada masyarakat pada kota spt ponorogo ini.

ada satu lagi yg perlu saya utarakan pada permasalahan ini, Ponorogo memang tempatnya Pondok pesantren, tapi perlu kita ketahui sama2, sebagian besar santri dari Ponpes yg ada di po. ini adalah pendatang dari daerah laen. maksudnya dg adanya ponpes tidak bisa untuk dijadikan tolok ukur moralitas masyarakatnya. jelek2 gini saya sendiri adalah alumni ponpes juga kok  :Clink:
« Last Edit: March 27, 2008, 11:22:01 AM by garfield »

Offline rocker

  • Pasukan Bertahan
  • **
  • Posts: 17
  • Reputation: +0/-0
  • Gender: Male
  • syukurilah nikmat yang allah berikan
Re: Yang Paling Tidak Disukai dari Ponorogo
« Reply #8 on: March 27, 2008, 11:19:58 AM »
kembali kepertanyaan awal.
kalau menurut aku yang tidak aku sukai di ponorogo adalah?
yang itu tu yang di pingir-pingir jalan.
kebiasaan orang
NGOPI :lac: :lac: :lac:
 :pukul: :pukul: :pukul: :pukul:

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Offline GSAdjie

  • Jr. Member
  • **
  • Posts: 262
  • Reputation: +10/-0
  • Gender: Male
  • Lahir.. Belajar.. Berjuang !!
Re: Yang Paling Tidak Disukai dari Ponorogo
« Reply #9 on: March 27, 2008, 11:39:30 AM »
Ha.ha.ha..

Kayaknya kita belum siap dengan yang namanya beda pendapat ya..
Masak 'beda pendapat' saya dengan mbak yuli88 ini.. sampe bikin pozoners lain kaget.. mang ada apa sih ?.. biasa aja deh..
Ini suatu pembelajaran, menurut saya. Dimana kita sudah saatnya untuk kritis dan berani bersikap.
Masalah beda pendapat itu biasa.. berani saja menyampaikan apa yang ada dipikiran anda, asalkan itu disampaikan dengan cara yang santun.. (apa yang saya tulis diatas rasanya gak terlalu ekstrem ya..??.. he.he..)
Btw.. kalau ada yang kaget dan jengkel.. saya mohon maaf.. (tapi tetap tak mempengaruhi tulisan saya diatas tadi.. he.he.)
Trims kang pardi..

Nice Topic mbak yuli88 !..
[/b]