* Broadcastindo.com

Custom Search
Penyedia Layanan Hosting dan Domain Ponorogo

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Author Topic: REOG atau REYOG???  (Read 3638 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline admin pozone

  • Administrator
  • *****
  • Posts: 56
  • Reputation: +28/-3
  • Gender: Male
  • Hidup adalah kebersamaan!!!
    • Liat koleksi Photography ku.
REOG atau REYOG???
« on: October 21, 2010, 04:16:57 AM »
oleh: Bahrudin Khoiri*

Perbedaan kata "REOG" dan "REYOG" terkadang bagi orang yang berfikir njlimet atau yang baru mengenal runtutan sejarah polemik dua kata tersebut membuat rancu atau membingungkan, namun bagi orang awam dua kata tersebut sama saja. Dua kata yang sama - sama mengacu ke sebuah kesenian tradisional Ponorogo, yaitu kesenian yang setiap tahun diadakan Festival Reog. Dalam penulisan ini, ijinkan penulis menggunakan kata "REOG" sebagai tulisan. Bukan berarti penulis tidak mau menggunakan kata "REYOG", namun sudah terbiasa saja menggunakan istilah ini.



Polemik ini mulai muncul ketika Bupati Ponorogo waktu itu ( Markum Singodimedjo ) mengeluarkan slogan kota Ponorogo dengan jargon kota REOG, Resik Endah Omber Girang Gumirang yang artinya kurang lebih Ponorogo kota yang bersih, indah, serba diberi kelebihan sehingga masyarakatnya gembira dan sejahtera. Selain itu, Bupati juga menyebut kesenian Reog dengan ejaan R-E-O-G, bukan R-E-Y-O-G. Ejaan inilah yang kemudian menimbulkan beberapa persepsi tentang ejaan kesenian asli Ponorogo itu.

Almarhum Mbah Kasni Gunopati ( Mbah Kamituwo Kucing /sesepuh Warok Ponorogo) berpendapat bahwa kata yang benar adalah REYOG, karena kata reyog merupakan singkatan dari tembang Pocung dan mempunyai makna yang dalam tentang kehidupan. Mbah Wo mengungkapkan,tembang Pocung itu sebagai berikut :

Rasa Kidung
Ingwang Suksma Adiluhung
Yang Widhi
Olah Kridaning Gusti
Gelar Gulung Kersaning Kang Maha Kuasa


Penuturan Mbah Wo tentang arti kata Reyog ini masuk akal dan rasional dilihat dari sudut pandang filosofi kesenian reog yang menjadi ikon kota Ponorogo.

Entah atas nama Misi Pembangunan atau alasan lain, yang jelas Bupati menggunakan kata Reog ketika menyebut kesenian asli Ponorogo, hal ini dapat dilihat dari buku The Smilling Reog Land karangan Dr. Markum Singodimedjo dan buku ini dibuat ketika mendapat penghargaan Doktor HC dari salah satu Universitas di Singapura. Tulisan - tulisan jurnal penelitian yang menggunakan kata Reog dan sudah melalui kajian dan prosedur ilmiah antara lain :
Jurnal yang ditulis Ian Douglas Wilson, Reog Ponorogo Spirituality, Sexuality and Power in Javanese Performance Tradition ; Herman Joseph Wibowo, Drama Tradisional Reog - Suatu Kajian sistem Pengetahun dan Religi (Jarahnitra - UGM); Jotsco Petcovic, East Java Reog Project; Ensiklopedi Seni Musik dan Seni Daerah Jawa Timur ; Kamus Besar Bahasa Indnesia ; Dede Oetomo, Gender and Oriented in Indonesia.

Adapun beberapa literatur yang menggunakan kata Reyog antara lain:
Hartono, Reyog Ponorogo ; Margareth J. katomi, Performance, Music and Meaning Reyog Ponorogo ; Soedjono Hardjo Martono, Rejog, Warok dan Gemblak - Tritunggal jang yang tak dapat dipisah - pisahkan.

Terlepas dari polemik perbedaan dua kata reog - reyog dan literatur, sebagai penggembira dan penikmat seni tari tradisional, sekiranya kita bisa membuat suatu analisa yang mendalam tentang perbedaan dua kata tersebut. Yang menjadi pertimbangan apakah penting dua kata yang tujuan dan makna harfiahnya sama harus dipolemikkan, sementara esensinya semakin kabur perkembangannya? Sekiranya polemik penggunaan penyebutan Reog dan Reyog ini, tidaklah terlalu penting namun esensinya yaitu kesenian Reog itu sendiri yang lebih penting. Bagaimana Dhadhak Merak dan suara gamelan pelog slendro bisa menari dan bergaung bersama di setiap tempat dan setiap saat, sehingga seniman tradisi dan masyarakat bisa menikmati pertunjukan reog. Bukankah begitu..??

*Bahrudin Khoiri adalah Pemerhati seni-alumnus Universitas Negeri Jember


Offline paidjho

  • Mesin Tempur
  • *****
  • Posts: 117
  • Reputation: +0/-0
  • Gender: Male
  • Rajin belajar ben dadi dokter
Re:REOG atau REYOG???
« Reply #1 on: October 21, 2010, 06:28:29 AM »
suwun infoe kang  :clap:

Offline yanthie

  • Pasukan Khusus
  • ****
  • Posts: 50
  • Reputation: +1/-0
  • kerjo seng mempeng gawe masa depan .....
Re:REOG atau REYOG???
« Reply #2 on: October 21, 2010, 07:51:39 AM »
suwun infonya Mr ....

klo buat ( istilah e keren kerenan lah...) emang sih bagus yg tanpa huruf " Y " ,..

tapi ,...sebagai wong JOWO , aksoro yg dipki sebelum ada A , B, C, D dstrsnya khan udah ada

HO NO CO RO KO ,...,mungkin bisa jd krn alasan itu kata REOG ditulis pki huruf " Y " ,.

mungkin penulisannya memakai ho no co ro ko akan lbh mudah klo REYOG ditulis dgn huruf " Y ".

suwun ,....

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Offline giyono

  • SPYDER
  • ***
  • Posts: 137
  • Reputation: +1/-0
  • Gender: Male
  • kejujuran sebagai modal hidup
Re:REOG atau REYOG???
« Reply #3 on: October 21, 2010, 09:23:41 AM »
Terlepas dari polemik perbedaan dua kata reog - reyog dan literatur, sebagai penggembira dan penikmat seni tari tradisional, sekiranya kita bisa membuat suatu analisa yang mendalam tentang perbedaan dua kata tersebut. Yang menjadi pertimbangan apakah penting dua kata yang tujuan dan makna harfiahnya sama harus dipolemikkan, sementara esensinya semakin kabur perkembangannya? Sekiranya polemik penggunaan penyebutan Reog dan Reyog ini, tidaklah terlalu penting namun esensinya yaitu kesenian Reog itu sendiri yang lebih penting. Bagaimana Dhadhak Merak dan suara gamelan pelog slendro bisa menari dan bergaung bersama di setiap tempat dan setiap saat, sehingga seniman tradisi dan masyarakat bisa menikmati pertunjukan reog. Bukankah begitu..??




yang peting bagaiman reog,  yang konon katanya kesenian asli dari ponorogo itu dapat pentas terus untuk menyapa dunia seperti ponorogo zone itu sendiri hehehe

Offline Handris Kurlu

  • Pasukan Bersenjata
  • ***
  • Posts: 31
  • Reputation: +1/-0
  • Gender: Male
    • News, Music & Culture Stations
Re:REOG atau REYOG???
« Reply #4 on: April 29, 2011, 01:10:53 AM »
oleh: Bahrudin Khoiri*

Almarhum Mbah Kasni Gunopati ( Mbah Kamituwo Kucing /sesepuh Warok Ponorogo) berpendapat bahwa kata yang benar adalah REYOG, karena kata reyog merupakan singkatan dari tembang Pocung dan mempunyai makna yang dalam tentang kehidupan. Mbah Wo mengungkapkan,tembang Pocung itu sebagai berikut :

Rasa Kidung
Ingwang Suksma Adiluhung
Yang Widhi
Olah Kridaning Gusti
Gelar Gulung Kersaning Kang Maha Kuasa


Penuturan Mbah Wo tentang arti kata Reyog ini masuk akal dan rasional dilihat dari sudut pandang filosofi kesenian reog yang menjadi ikon kota Ponorogo.

*Bahrudin Khoiri adalah Pemerhati seni-alumnus Universitas Negeri Jember

masih bingunng juga tapi penasaran. di atas di jelaskan bahwa nama reyog berasal dari singkatan tembang pucung. bagi ponorogozoner yang mengerti mungkin bisa menjelaskan pertanyaan saya ya hehe :).  jadi pengen tau maklum bukan asli ponorogo tapi saya sudah bertahun tahun di ponorogo dan sangant merasa nyaman.

1. Hubunganya apa ya tembang pucung dengan kesenian reog/reyog
2. Apakah  tembang pucung digunakan dalam setiap pertunjukkan reog/reyog. kalau iya berarti penjelasan di atas yang menyebutkan
Penuturan Mbah Wo tentang arti kata Reyog ini masuk akal dan rasional dilihat dari sudut pandang filosofi kesenian reog yang menjadi ikon kota Ponorogo" dapat saya pahami.
3. Bukankah reyog/reog adalah sebuah nama yang bukan berasal dari singkatan

Matursembahnuwun

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Offline admin pozone

  • Administrator
  • *****
  • Posts: 56
  • Reputation: +28/-3
  • Gender: Male
  • Hidup adalah kebersamaan!!!
    • Liat koleksi Photography ku.
Re:REOG atau REYOG???
« Reply #5 on: April 29, 2011, 07:10:07 AM »
suwun infonya Mr ....

klo buat ( istilah e keren kerenan lah...) emang sih bagus yg tanpa huruf " Y " ,..

tapi ,...sebagai wong JOWO , aksoro yg dipki sebelum ada A , B, C, D dstrsnya khan udah ada

HO NO CO RO KO ,...,mungkin bisa jd krn alasan itu kata REOG ditulis pki huruf " Y " ,.

mungkin penulisannya memakai ho no co ro ko akan lbh mudah klo REYOG ditulis dgn huruf " Y ".

suwun ,....
Setuju dengan mbak Yanthie.

Terlepas dari polemik perbedaan dua kata reog - reyog dan literatur, sebagai penggembira dan penikmat seni tari tradisional, sekiranya kita bisa membuat suatu analisa yang mendalam tentang perbedaan dua kata tersebut. Yang menjadi pertimbangan apakah penting dua kata yang tujuan dan makna harfiahnya sama harus dipolemikkan, sementara esensinya semakin kabur perkembangannya? Sekiranya polemik penggunaan penyebutan Reog dan Reyog ini, tidaklah terlalu penting namun esensinya yaitu kesenian Reog itu sendiri yang lebih penting. Bagaimana Dhadhak Merak dan suara gamelan pelog slendro bisa menari dan bergaung bersama di setiap tempat dan setiap saat, sehingga seniman tradisi dan masyarakat bisa menikmati pertunjukan reog. Bukankah begitu..??

yang peting bagaiman reog,  yang konon katanya kesenian asli dari ponorogo itu dapat pentas terus untuk menyapa dunia seperti ponorogo zone itu sendiri hehehe

Betul itu kang Giy, reyog telah menjadi ikon pariwisata INDONESIA... sekali lagi, IKON WISATA INDONESIA... bukan lagi hanya di Ponorogo.

oleh: Bahrudin Khoiri*

Almarhum Mbah Kasni Gunopati ( Mbah Kamituwo Kucing /sesepuh Warok Ponorogo) berpendapat bahwa kata yang benar adalah REYOG, karena kata reyog merupakan singkatan dari tembang Pocung dan mempunyai makna yang dalam tentang kehidupan. Mbah Wo mengungkapkan,tembang Pocung itu sebagai berikut :

Rasa Kidung
Ingwang Suksma Adiluhung
Yang Widhi
Olah Kridaning Gusti
Gelar Gulung Kersaning Kang Maha Kuasa


Penuturan Mbah Wo tentang arti kata Reyog ini masuk akal dan rasional dilihat dari sudut pandang filosofi kesenian reog yang menjadi ikon kota Ponorogo.

*Bahrudin Khoiri adalah Pemerhati seni-alumnus Universitas Negeri Jember

masih bingunng juga tapi penasaran. di atas di jelaskan bahwa nama reyog berasal dari singkatan tembang pucung. bagi ponorogozoner yang mengerti mungkin bisa menjelaskan pertanyaan saya ya hehe :).  jadi pengen tau maklum bukan asli ponorogo tapi saya sudah bertahun tahun di ponorogo dan sangant merasa nyaman.

1. Hubunganya apa ya tembang pucung dengan kesenian reog/reyog
2. Apakah  tembang pucung digunakan dalam setiap pertunjukkan reog/reyog. kalau iya berarti penjelasan di atas yang menyebutkan
Penuturan Mbah Wo tentang arti kata Reyog ini masuk akal dan rasional dilihat dari sudut pandang filosofi kesenian reog yang menjadi ikon kota Ponorogo" dapat saya pahami.
3. Bukankah reyog/reog adalah sebuah nama yang bukan berasal dari singkatan

Matursembahnuwun


Sharing yang menarik ini...
menurut pengamatan saya, seni adalah sebuah ciptaan manusia yang tak terlepas dari penyempurnaan dari proses. Termasuk kesenian reyog ponorogo, mungkin pada awalnya bukan reyog atau bahkan reog.
Jaman dahulu kala belum adanya tulis atau buku yang dapat didokumentasikan kebenarannya hingga sekarang. Kalaupun ada sumber yang mengatakan tentang keaslian sebuah sejarah Reyog, saya percaya bahwa itu merupakan hasil karya sastra (gothak-atuk-matuk).
Sampai saat ini belum ada sumber yang menyebutkan tentang cerita sejarah awal terciptanya Reyog.
Ada banyaknya Pujangga yang datang di tanah Wengker waktu itu, bisa jadi pembentuk/pencipta karya sastra tentang cerita reyog. Selebihnya, monggo dicari kebenarannya...
nuwun.

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo