* Broadcastindo.com

Custom Search
Penyedia Layanan Hosting dan Domain Ponorogo

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Author Topic: Cerpen Fiksi : ..Mau Apa Di Korea Selatan ? .. (Samuri Story )  (Read 3751 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline GSAdjie

  • Moderator
  • **
  • Posts: 262
  • Reputation: +10/-0
  • Gender: Male
  • Lahir.. Belajar.. Berjuang !!
Cerpen Fiksi : ..Mau Apa Di Korea Selatan ? .. (Samuri Story )
« on: October 17, 2010, 04:40:23 AM »
(Cerita ini hanya fiktif dan khayalan saya semata. Jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian, tidak dianggap membenarkan dari kejadian yang sesungguhnya. Saya hanya berniat menulis, dan membiarkan anda semua membaca-menilai-menanggapinya. Semoga ada manfaatnya. Amien...)



=========================================================================================


Rosee Dong Hotel
Daejeon, Chungcheongnam
Korea Selatan

12 April 2010 (01:55 Am)




Bekas dan tanda persetubuhan yang dilakukan Samuri sejak malam tadi di ranjang itu masih dibiarkan begitu saja. Lelaki 35 tahunan ini rupanya masih sangat berhasrat kembali untuk dapat mengulangi lagi perbuatan nistanya itu hingga pagi menjelang. Samuri sudah tidak pedulikan lagi bayangan wajah mandor Kwon Ang yang siap memarahinya jika terlambat masuk pabrik jam 8 pagi nanti. Nafsunya sudah mengalahkan akal sehatnya. Baginya, wajah dan tubuh telanjang Sriyani lebih ia pilih ketimbang hal lainnya di dunia ini.

Samuri telah lama lupa dinegara mana ia berada sekarang. Ia merasa masih berada di desanya saja. Berbuat senak hatinya berkehendak, jangankan untuk mengingat Pujiati, istrinya dikampung, pabrik tempat ia bekerja selama ini pun mungkin sudah lupa apa namanya lagi. Seakan tidak pernah 'kenyang' lelaki beranak tiga tersebut untuk menumpahkan spermanya di kemaluan Sriyani malam itu.

Sambil menghisap batang rokok, yang entah sudah berapa batang ia hisap sejak masuk kamar hotel murahan itu, Samuri terus menatap langit-langit di kamar ber-AC tersebut. Bukan kelelahan yang ia pikirkan, tapi pikirannya hanya bagaimana gaya bercinta yang akan ia lakukan lagi pada Sriyani. Sementara Sriyani sendiri masih berpura-pura mandi, padahal ia tengah mengobrol dengan kawan seprofesinya melalui handphone yang ia kantongi diam-diam sejak tadi.

"Waduh, mbak Yati .. Piye yo iki ? .. aku wis ora kuat mbak ?." Keluh Sriyani kepada sahabat yang dipanggilnya mbak Yati itu.
"Lho nyapo to, Yan ? .. enek opo kowe ?." Tanya yang diseberang telpon sana.
"Iki lho mbak ..  wong lanang yang mbak kenali iku, nafsunya guede banget ! .. aku capek mbak.. dia minta dilayanin terus !." Sungut Sriyani.
"Yo wis to.. memang kamu khan perjanjiannya fulltime, sampe pagi.. harus ngelayani dia." Balas mbak Yati.
"Iyo mbak aku ngerti.. tapi yang ini lain, mbak. Koyo'e gak enek puas'e mbak .. ini ku sampe perih mbak." Jawabnya lagi.
"Lha terus piye ? .. awakmu mau pulang ?."
"He'eh mbak .. aku wis ora kuat !." Tegas Sriyani.
"Habis'e orangnya kasar banget mainnya mbak.. mintanya juga aneh-aneh lagi. Mosok baru keluar lima menit, udah minta dimasukin lagi .. yo kesel aku !." Sungut Sriyani.
"Lha terus nek orang'e gak mau piye ? .. nek ora dibayar piye ? .." Tanya mbak Yati.
"Yo gak bisa to mbak .. aku minta bayaran separo wae lah .. gak popo, sing penting iso cepet muleh. Aku wis ora kuat ngadepinnya mbak.." Jawab Sriyani memelas.
"Yo wis nek ngono .. awakmu jajal ngomong apik-apik wae karo wong'e. Mengko kabari aku lagi hasil'e."
"Iyo mbak .. wis yo, iku aku wis dipanggil lagi .. dasar wong edan !." Kata Sriyani sambil menutup sambungan telponnya.


Buru-buru Sriyani mengelap wajahnya yang masih terlihat menahan perih dibagian kemaluannya itu. Disapunya bedak di wajahnya, sambil memoles lagi bibirnya dengan lipstik merah dari tas kecilnya. Sriyani memang harus tampil bersih lagi, karena itu yang diminta Samuri, meski sudah 7 kali mereka bercinta sejak malam tadi.

Dalam batinnya, ia sudah muak sebenarnya dengan pelanggan barunya itu. Ia ingin segera pulang dengan mengakhiri persetubuhan sekali lagi dengan Samuri. Dan setelah itu, ia berjanji tidak akan pernah lagi menemui TKI gila seks tersebut, meskipun dibayar mahal sekalipun.



========================================================================================



Awalnya, Samuri keberatan jika harus ditinggal pulang oleh Sriyani di pagi dinihari itu. Tapi setelah diancam akan melaporkan perlakuan Samuri pada rekan-rekan seprofesinya, akhirnya Lelaki yang sudah 2 Tahun bekerja di Korea Selatan itu menyerah juga.

"Malam-malam gini, mana ada Taegsi (korea : Taksi) ?." Kata Samuri.
"Aku dijemput koncoku didepan hotel koq !." Jawab Sriyani sambil mengenakan jaket merahnya.
"Mana bayaranku ?." Tegasnya acuh pada Samuri yang masih telentang di ranjang.
"Yo sabar .. tenang aja, tak bayar koq." Katanya sambil berdiri malas-malasan.


Sriyani sudah tidak memperdulikan lagi gerak-gerik Samuri dikamar itu. Yang ia butuhkan tinggal menerima beberapa lembar Won ditangannya, atas jasa yang ia berikan malam itu.
Pun demikian saat Samuri berusaha mengecup bibirnya saat pamitan, Sriyani malah berusaha menepis jauh-jauh wajah lelaki gondrong tersebut. Dirinya hanya butuh bergegas meninggalkan kamar hotel yang dianggapnya sial itu.

Sriyani dan sejumlah wanita Indonesia yang jadi pekerja seks di negara ginseng tersebut, sebenarnya dulu adalah para TKI juga. Mereka enggan pulang dan memilih terus menetap di negeri itu meski dengan status illegal. Namun banyak pabrik di Korea yang menolak menerima mereka, sehingga untuk bisa bertahan hidup dan tetap menghasilkan uang, mereka terpaksa melacur.

Tetapi dari sekian banyak lelaki yang pernah menyewa jasanya, belum pernah Sriyani menemui lelaki yang menurutnya maniak seks seperti Samuri tersebut. Biasanya pelanggan Sriyani paling lama menyetubuhinya 2 sampai 3 kali saja, setelah itu mereka tertidur hingga menjelang pagi. Para pelanggan Changnyeo (korea : pelacur) ini, biasanya adalah para TKI juga dan beberapa pekerja pabrik dari negara lain. Informasi soal changnyeo didapat dari antar teman TKI maupun jasa para supir taksi lokal.

Sementara itu Samuri kembali menyalakan batang rokoknya setelah Sriyani pergi. Suara handphone dikolong ranjang tidak ia pedulikan, padahal Pujiati, Istrinya yang menelpon. Sudah 7 kali ia misscall dan mengirimkan pesan SMS tanpa ada jawaban dari suaminya tersebut.

Setengah jam kemudian, Samuri bahkan sudah tertidur mendengkur. Ia sudah lupa bahwa 4 jam lagi harus masuk kerja di hari senin itu.




(Bersambung Dibawah, Dulur ....)

========================================================================================





Offline GSAdjie

  • Moderator
  • **
  • Posts: 262
  • Reputation: +10/-0
  • Gender: Male
  • Lahir.. Belajar.. Berjuang !!
Re:Cerpen Fiksi : ..Mau Apa Di Korea Selatan ? .. (Samuri Story )
« Reply #1 on: October 17, 2010, 04:47:54 AM »

========================================================================================


Diawal kedatangannya di Korea Selatan 2 tahun lalu, Samuri memang sudah sangat bersemangat untuk mampu mengumpulkan uang Won. Proses panjang untuk menjadi TKI sudah ia jalani, hingga akhirnya bisa menginjakkan kakinya di Bandara Incheon untuk pertama kalinya. Diawal pekerjaannya, Samuri boleh dibilang rajin dan ulet bekerja. Beberapa kali pindah bagian pekerjaan di pabrik, hingga ia bisa dipercaya mandornya untuk menjadi operator mesin produksi. Jelas pundi-pundi uangnya semakin bertambah, seiring jam kerja yang terus bertambah karena keahliannya semakin dibutuhkan.


Setahun terakhir kemarin, Samuri juga rajin mengirimkan penghasilannya pada istrinya, Pujiati, dikampung. Setiap bulan tidak kurang dari 12 Juta rupiah berhasil ia kirimkan ke rekening istrinya tersebut. Hutang-hutang yang ia miliki, juga sudah banyak yang terbayarkan. Meski tidak bisa dikatakan berkecukupan, minimal di tahun pertama itu, Pujiati sudah tidak perlu pinjam uang ke tetangganya lagi hanya untuk membayar biaya sekolah ke tiga anak mereka.


Samuri juga nampak sebagai suami yang bertanggung jawab dimata Pujiati. Saat offday, Samuri pasti rajin menelpon keluarganya yang tinggal di Ponorogo tersebut. Menanyakan satu persatu kabar anak-anak mereka. Pujiati pun merasa bersyukur akan kelancaran usaha suaminya mencari nafkah. Tidak pernah putus-putus, Pujiati mengirimkan doa keselamatan untuk suami pujaannya itu. Bahkan sejak Samuri berangkat ke Korea, dirinya makin banyak beribadah. Wanita 33 tahun ini juga tetap semangat merawat anak-anak mereka dan menjalani kehidupan dengan kesetian seorang istri.



Tapi itu 2 tahun lalu.. ..
Hidup kadang memang tidak seindah dan sejalan dengan apa yang kita impikan. Entah karena Tuhan yang menentukan demikian, atau malah karena prilaku manusia yang labil dan dengan mudahnya menukar takdirnya ? .. entahlah, yang jelas pribadi Samuri berubah drastis sejak 1 tahun pertama berada di Korea. Memang tidak ada hal yang akan berubah, jika Samuri tetap keras memegang prinsip hidupnya.


Dengan dalih, kesepian dan sebagai lelaki normal, Samuri mulai mengikuti gaya hidup beberapa teman di pabriknya. Mencari hiburan malam, sepulang kerja, sudah menjadi menu sehari-hari lelaki yang dulunya pernah berjualan bakso ini. Ditambah beberapa mandor dipabriknya, yang notabene adalah orang Korea asli, mulai bersahabat dengannya, seringkali mengajak Samuri 'minum-minum' di klub malam hingga mabuk berat.


Samuri ingat saat pertama kali sahabat satu kamarnya, Boimin, yang bilang jika tidak mencari hiburan di perantauan hidupnya bisa tertekan.


"Eh, Samuri .. kita disini sudah capek-capek kerja, cari duit buat anak-istri dikampung. Mereka pasti ngerti koq, kalau kita sedikit mencari hiburan.. biar gak stress hidup disini," Tegas Boimin saat Samuri masih ragu-ragu diajak keluar malam.

"Lagian siapa sih, yang tahu apa yang kamu lakukan disini .. istrimu dirumah taunya kamu kerja dan cari duit khan ?," Bujuknya lagi.

"Ini khan cuma hiburan aja, Samuri .. yang penting tiap awal bulan kita kirim duit ke kampung !." Kata Boimin lagi sambil menghembuskan asap rokoknya ke wajah Samuri.


Beberapa saat lamanya, Samuri lebih banyak melamun, entah karena mencoba menghayati kata-kata teman kamarnya tersebut, atau malah sedang berfikir mau mencari 'hiburan' dimana ? .. entahlah.

Yang jelas dalam batin pria paruhbaya ini, hasrat seksualnya memang perlu disalurkan. Setahun terakhir, dirinya hanya bisa onani dikamar mandi, saat mandi sepulang kerja. Foto Pujiati yang dipandanginya saat onani pun, dirasa sudah tidak cukup lagi membendung hasrat 'liar'nya tersebut. Apalagi jika ia mendengar cerita-cerita pengalaman seks rekan di pabriknya saat di Korea ini.

Jujur saja, sebelum Boimin berkata seperti itu, sebenarnya didalam batin Samuri, sudah ada niat mencari perempuan untuk bisa menyalurkan keinginan seksualnya tersebut. Kata-kata Boimin, hanya sebagai pemicu saja. Sementara bom hasratnya, mungkin sudah lama ada sejak beberapa bulan berada di negeri ginseng tersebut.

Apalagi, selama di Korea, Samuri hampir tidak pernah lagi menjalankan ibadah sholat 5 waktunya. Dia beralasan, pekerjaannya sangat sibuk dan sulit ditinggal untuk sekedar sholat. Rutinitas bangun pagi, kerja dan pulang sore hari selama setahun terakhir ini, juga menjadi kejenuhan tersendiri bagi Samuri.


Sejumlah alasan lainnya, seperti lelaki normal dan sudah berkeluarga harus rutin menyalurkan hasrat seksualnya ataupun alasan "yang penting cuma seks sesaat tidak akan merubah apapun" .. semakin membuat Samuri berani menerima ajakan rekan-rekannya untuk berkunjung ke tempat hiburan malam, yang memang banyak bertebaran di kota tempat ia tinggal tersebut.


"Wah.. kalo untuk stok wedok'an disini, buanyak banget sam ! .." ujar Rohidin, rekan pabriknya suatu hari.
"Tinggal tergantung duitmu .. mau cari yang asli Korea, Bule Rusia, China atau orang kita, terserah awakmu.."
"Mengko malam mingguan besok, tak ajak awakmu nyari yo .." Sambut Lelaki asal Nganjuk ini bersemangat.


Samuri hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan saja. Meski didalam hati dan (tentu) kemaluannya, ada sesuatu keinginan kuat disitu untuk segera merealisasikan ajakan kawan di pabrik pancinya tersebut.



(Bersambung Dibawah Lagi, Gan ... )   :41: :41:

========================================================================================



Offline GSAdjie

  • Moderator
  • **
  • Posts: 262
  • Reputation: +10/-0
  • Gender: Male
  • Lahir.. Belajar.. Berjuang !!
Re:Cerpen Fiksi : ..Mau Apa Di Korea Selatan ? .. (Samuri Story )
« Reply #2 on: October 17, 2010, 04:51:03 AM »
 :bravo_2: :bravo_2:

 :88: :88: :88:                                                     :clap: :clap: :clap:




========================================================================================



Dkh.Lembayungan
Ds.Kembangan Ponorogo

13 Mei 2010 (07:11am)




Pujiati memasuki pekarangan halaman rumahnya. Sepeda motor yang dibelinya setahun lalu itu, dibiarkannya berada didepan jalan depan rumahnya. Dirinya bergegas masuk kerumah. Mencari-cari handphone yang ketinggalan dikamar tidur saat mengantarkan anak-anaknya berangkat sekolah tadi. Setelah ketemu segera Pujiati mengecek isi layar hp-nya. Melihat barangkali ada SMS masuk atau tanda miscall yang berasal dari Samuri, suaminya.

Tapi segera ia menghela nafas panjang, ketika tahu layar hpnya kosong, tanpa ada tanda apa-apa dari alat komunikasi mungil tersebut. Bahkan baterenya sudah nampak tipis, karena sejak semalam, saat berkali-kali mencoba menghubungi Samuri, lupa ia charge.

Pujiati pun bergegas keluar rumah lagi. Mendapati sepeda motornya dan memacunya pelan kearah Pasar Legi Songgolangit. Ia masih harus menjalani beberapa aktifitas rutin pagi ini, belanja dan memasak makanan buat anak-anaknya sebelum mereka pulang sekolah nanti.


Wanita yang masih terlihat cantik dan segar ini, dengan sangat disiplin memang tergolong wanita rajin dan tangguh. Sejak ditinggal Samuri bekerja di Korea, tidak pernah sedikitpun Pujiati mengeluh akan rutinitasnya setiap hari. Pribadinya sebagai wanita jawa, yang mungkin sudah demikian melekat padanya, membuat ia selalu berkaca pada ibundanya. Ibu yang patuh pada suami, cinta keluarga dan harus rajin mengurus rumah.


Selama ditinggal bekerja oleh suaminya, Pujiati pun kerap kali di goda oleh beberapa lelaki tetangganya ataupun kenalan suaminya. Namun, Pujiati tidak pernah merasa tergoda. Bahkan untuk menghindarinya, ia memilih mengenakan jilbab dan selalu mengajak anak-anaknya jika keluar rumah. Baginya soal urusan hasrat seksualnya, asal tidak selalu difikir dan diisi dengan kesibukan yang melelahkan, tentu akan hilang dengan sendirinya.

Meski kadang Pujiati beberapa kali teringat suami yang sudah dinikahi 12 tahunan itu. Kadang terbayang saat mereka bercumbu dulu, namun itu semua redup seiring rasa lelah yang mendera akibat kesibukannya sehari-hari.

Bahkan, saat malam belum begitu larut, Pujiati sudah tertidur lelap. Berbeda memang jika Samuri masih dirumah, karena juga harus melayani syahwat suaminya pada beberapa malam tertentu. Tapi itu ia anggapnya wajar, sebagai pasangan suami istri.



Hari ini, jelas sekali hati Pujiati kembali bersedih. Sudah 3 bulan terakhir ia tidak berhasil menghubungi Samuri, suaminya.  Ini sejak ia menanyakan perihal cerita kawan suaminya, tentang kelakuan buruk Samuri di Korea. Sebenarnya saat itu, Pujiati hanya ingin bertanya baik-baik pada suaminya tersebut. Karena bagaimanapun ia tidak akan gampang menerima cerita dari orang lain soal suaminya. Karena ia juga merasa sudah sangat mengenal Samuri selama belasan tahun hidup bersamanya.

Namun, tanggapan Samuri saat ditanyakan malah marah-marah dan memakinya. Suaminya bilang itu bukan urusan Pujiati. Dan kalaupun selama setahun terakhir, kiriman uang jauh berkurang, bahkan sering telat dikirim selama berbulan-bulan, karena memang pabrik sedang sepi kerjaan. Itu yang selalu menjadi alasan suaminya, setiap kali ditanyakan masalah penghasilannya.


Pujiati sebenarnya bisa memakluminya. Tetapi sejak hal itu ditanyakan, Samuri malah tidak bisa dihubungi selama 3 bulan terakhir ini. Pujiati merasa menyesal karena sudah menanyakan hal yang membuat suami tersayangnya itu tersinggung dan marah.

Lamunan Pujiati pun buyar, saat adzan Ashar dari Musholla di seberang rumahnya berkumandang. Bergegas ia memanggil ketiga anaknya, untuk ikut mengambil wudhu dan sholat berjamaah bersama di Musholla. Pujiati kembali ingat untuk mendoakan keselamatan suami, selepas sholat nanti. Mungkin hanya hal itu yang membuat dirinya menjadi tenang sekarang. Dan karena memang hanya berdoa yang bisa ia lakukan saat ini.


Sementara di seberang lautan luas sana, Pujiati mungkin tidak berfikir bahwa suaminya sedang tidur telentang diatas ranjang hotel bersama pelacur murahan yang dibayar untuk menghisap kemaluan Samuri. Entahlah ..




(Bersambung Dibawahnya (Again... and Over Again !!) .. :57:           :38: :38:

========================================================================================



Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Offline GSAdjie

  • Moderator
  • **
  • Posts: 262
  • Reputation: +10/-0
  • Gender: Male
  • Lahir.. Belajar.. Berjuang !!
Re:Cerpen Fiksi : ..Mau Apa Di Korea Selatan ? .. (Samuri Story )
« Reply #3 on: October 17, 2010, 04:52:45 AM »

 :03: :03: :03: :03:                                           :85: :85: :85:                                                                       :s_laugh: :s_laugh:




=========================================================================================





Bandara Int'l Juanda
Surabaya, Jawa Timur
Indonesia


02 Oktober 2010 (22:43 pm)




Samuri berjalan lambat mendorong trolli barangnya. Pikirannya bercampur aduk tidak karuan. Perasaan menyesal menghantam dadanya yang terdalam. Nafasnya sesak saat akan tiba di pintu keluar dari gate khusus TKI/TKW. Bayangan akan cecaran pertanyaan dari istri dan keluarga besarnya yang menanti di pintu keluar itu, akan semakin membuat langkahnya gontai. Tawa riang sejumlah TKI/TKW yang ikut pulang bersamanya, semakin mengiris hatinya.

Aku gagal Tuhan, batin Samuri. Aku berdosa besar Tuhan, sambung batinnya lagi dihela nafasnya..

Samuri harus menerima kenyataan di pulangkan secara paksa oleh Imigrasi Korea Selatan. Karena kesalahan fatal yang telah diperbuat selama disana. Selain catatan pekerjaan yang buruk, pemulangan paksanya dilakukan karena terjerat kasus hukum, yang memaksanya meringkuk beberapa bulan di penjara negeri tersebut.


Hawa dingin malam di areal dalam bandara Juanda ini, bukan membuat sejuk hirupan nafasnya, tetapi malah membuat bulu kuduknya terbangun. Ibarat ingin menghadapi eksekusi mati.. tidak ada yang indah dari alam yang seharusnya sejuk dirasakan ini.

Samuri mencoba mengingat-ingat lagi alasan kepulangannya ini. Tapi semakin ia ingat-ingat, semakin ingin rasanya ia menangis. Karena dengan alasan itu, akan semakin menambah beban berat dosanya. Dan sekarang rasa berdosa itu, semakin menggelayuti fikiran dan batinnya.


Riuh ramainya para keluarga penjemput TKI/TKW di areal luar bandara Juanda, terpecah samar oleh suara panggilan yang dulu khas di telinganya.

Ya .. itu suara istrinya, Pujiati, diantara suara-suara keluarga penjemput lainnya. Segera samuri mencari-cari asal suara yang tertutupi antrian penjemput.


"Mas Samuri........Mass...........Disini Mas............ Mas Samurii !!!!! ," Suara Pujiati terdengar melengking diantara bahu-bahu para penjemput.


Disusul Kemudian ia mendengar suara ketiga anaknya, yang memanggil-manggil ...


"Bapakk.............Pakk.........Bapakk..!!!. " Jerit ketiga anak Samuri berbarengan.


Hampir ingin pingsan rasanya Samuri saat itu. Rasa Berdosa mendominasi hatinya. Luruh nyali dan keberaniannya bakal menemui keluarganya kembali. Meski Samuri tidak bisa menghindari lagi.

Ketiga anaknya sudah berhasil merengkuh tangan dan memeluk tubuh bapaknya yang selama 2 tahun ini mereka rindukan. Tanpa terasa pecah tangis Samuri. Rasa haru yang sangat mendalam yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Betapa anak-anaknya rela dengan tangis rindu, memeluk dan memujanya. Betapa ia malu dengan apa yang telah diperbuat, demi membalas ketulusan dan kebaikan keluarganya.


"Gimana Mas... Kabarmu? Sehat-sehat aja khan mas ? .." Tiba-tiba Pujiati muncul menghampiri, juga sambil menangis terharu.

"Aku sangat khawatir mas .. Alhamdulilah, Mas Samuri pulang dengan selamat... Alhamdulillah... Alhamdulillah Ya Allah.."

Pujiati sesugukan, sambil memanjatkan tangannya keatas. Sambil ikut memeluk tubuh suaminya..



Samuri tidak dapat berkata apa-apa. Lidahnya kelu, hatinya hancur meratapi dosa-dosa dalam relung kalbunya. Tatapan wajah keluarganya yang tulus dan memaafkannya, semakin membuat ia sesak nafas. Betapa mereka tak terbalas kecintaannya pada sang Bapak dan Suami tercintanya.


Betapa selama ini Samuri telah salah dan Dibutakan oleh dirinya sendiri..


Betapa ketulusan yang ia terima dari keluarganya .. merupakan surga terindah yang mungkin tidak pantas bagi dirinya terima.





                                                                =============================================
                                                                                                        T  H  E     E  N  D
                                                                =============================================

                                                                                          Bun-Bun Coffe Shop
                                                                                    Changi Int'l Airport Singapore
                                                                                          04 September' 2010
                                                                                        (Gunawan Sapta Adjie)


                                                                                                     :051bye:



(Didedikasikan : untuk Rekan-rekan Pahlawan Devisa, Dimanapun Kalian Ada ! Terus Berjuang, Berkarya Dan Berbuat Terbaik Untuk Agama, Negara Dan Keluarga !... Insyaallah Berkah)                                                                                     
[/i]

Offline GSAdjie

  • Moderator
  • **
  • Posts: 262
  • Reputation: +10/-0
  • Gender: Male
  • Lahir.. Belajar.. Berjuang !!
Re:Cerpen Fiksi : ..Mau Apa Di Korea Selatan ? .. (Samuri Story )
« Reply #4 on: October 17, 2010, 05:07:14 AM »

Waduh ... Nulis Ampe Jam 5 Pagi Gini !!  :41: :41: :41:........... untung hari minggu, libur hari ini ..  :88: :88:


Gara2 Bos Pardi ..  :67: :67:..... daku di paksa, diancem.... :96: :96: :96:..... katanya mau diginiin :  :040:  :violent-smiley-007:..kalo gak mau posting lagi di pozone ................. :03: :03:

akhirnya tercipta juga postingan ane, dulur ..... :clap:


tapiiii ...... :67: :67: ... jangan lapor2 sama kang pardi ya .. :67: :67:.... kalo ane diancem2.. :96: :96: :96:

bilang aja gak tau gitu ... okeY ! ... :88:



baiklah... mau kirim potoh kemaren di jogja ah .... met menyimak...jangan lupa komeng dan ngasih reputasi ke ane...

okayy !!   :051bye: :051bye:

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Offline GSAdjie

  • Moderator
  • **
  • Posts: 262
  • Reputation: +10/-0
  • Gender: Male
  • Lahir.. Belajar.. Berjuang !!
Re:Cerpen Fiksi : ..Mau Apa Di Korea Selatan ? .. (Samuri Story )
« Reply #5 on: October 17, 2010, 05:24:03 AM »
 :bravo_2: :bravo_2: :bravo_2: :bravo_2:










 :tongue: :tongue: :tongue: :tongue:

Offline GSAdjie

  • Moderator
  • **
  • Posts: 262
  • Reputation: +10/-0
  • Gender: Male
  • Lahir.. Belajar.. Berjuang !!
Re:Cerpen Fiksi : ..Mau Apa Di Korea Selatan ? .. (Samuri Story )
« Reply #6 on: October 17, 2010, 05:37:01 AM »

Offline admin pozone

  • Administrator
  • *****
  • Posts: 56
  • Reputation: +28/-3
  • Gender: Male
  • Hidup adalah kebersamaan!!!
    • Liat koleksi Photography ku.
Re:Cerpen Fiksi : ..Mau Apa Di Korea Selatan ? .. (Samuri Story )
« Reply #7 on: October 17, 2010, 10:26:13 AM »
Nice Story, Sir!

Offline GSAdjie

  • Moderator
  • **
  • Posts: 262
  • Reputation: +10/-0
  • Gender: Male
  • Lahir.. Belajar.. Berjuang !!
Re:Cerpen Fiksi : ..Mau Apa Di Korea Selatan ? .. (Samuri Story )
« Reply #8 on: October 18, 2010, 09:22:45 PM »
Ditulius.. dibaca.. dan dikomentari kang !  :38: :38:

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Offline admin pozone

  • Administrator
  • *****
  • Posts: 56
  • Reputation: +28/-3
  • Gender: Male
  • Hidup adalah kebersamaan!!!
    • Liat koleksi Photography ku.
Re:Cerpen Fiksi : ..Mau Apa Di Korea Selatan ? .. (Samuri Story )
« Reply #9 on: October 18, 2010, 10:42:00 PM »
Ditulius.. dibaca.. dan dikomentari kang !  :38: :38:

dilihat oleh 162 pengunjung (10.38 WIB,18/10/2010)
Perkiraan dari total pengunjung tersebut, pembaca 70 %, sisanya 30 % sekedar membaca sekilas...

Terima kasih kang Adjie atas partisipasinya kembali.
Inilah yang kami (tim pozone) rasakan selama ini... namun usaha kami tidaklah terhenti, selamat beraktifitas kembali kang!!
Sukses selalu dengan usaha dan kerja keras sampean... (kami dibelakangmu)