* Broadcastindo.com

Custom Search
Penyedia Layanan Hosting dan Domain Ponorogo

Komunitas Online Terbesar di Ponorogo

Penulis Topik: Pembangunan Relokasi RSUD Dr. Hardjono  (Dibaca 16936 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline admin pozone

  • Administrator
  • *****
  • Tulisan: 52
  • Reputation: +28/-3
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hidup adalah kebersamaan!!!
    • Liat koleksi Photography ku.
RSUD Dr. Hardjono BAKAL DIGELONTOR LAGI 2 MILIAR
« Jawab #40 pada: Desember 25, 2010, 07:13:42 pm »
Kamis, 23-12-2010 12:45:28
PEMKAB NGOTOT

Keadaan Rumah Sakit [baru] Dr. Hardjono Ponorogo (25/09)

PONOROGO - Pemkab tampaknya tak ambil pusing atas penolakan dewan pada tambahan anggaran megaproyek RSUD dr Harjono. Tahun depan, proyek mercusuar itu bakal digelontor lagi dana senilai Rp. 2 miliar.' Sekarang ini sedang dibahas, tapi kami berencana tetap ada alokasi tambahan dana itu(RSUD),' terang Kabag Humas dan Protokoler Joni Widarto sembari menyebut nominal Rp. 2 miliar.

Duit miliaran tersebut ternyata bukan untuk menambah bangunan baru. Kata Joni, tambahan dana digunakan proses finishing bangunan yang sudah ada. Pemkab Ponorogo ingin segera merealisasikan perpindahan RSUD lama di kawasan Keniten ke bangunan baru di Paju. 'Kalau bangunan tidak segera diselesaikan,khawatirnya akan mangkrak. Kapan lagi akan bisa pindah,' jelas Joni.

Joni menjamin penambahan anggaran untuk RSUD itu tidak mengurangi alokasi biaya publik. Bahkan, pemkab saat ini sedang menggagas tambahan alokasi dana untuk publik sebesar 30 persen dari total anggaran. Selain ditujukan untuk sektor pertanian, anggaran juga dipakai membangun jalan dan jembatan, saluran irigasi, pendidikan, serta bantuan kesejahteraan masyarakat. 'RSUD tetap menjadi perhatian tapi tidak mengurangi alokasi untuk publik,' tegasnya.

Namun,rencana pemkab menggelontor dana ke bangunan RSUD bakal berhadapan dengan sejumlah fraksi di DPRD Ponorogo. Ketua Fraksi PDIP Sutyas Hadi Riyanto, misalnya, ngotot menolak tambahan alokasi anggaran itu. Dalihnya,penambahan dana tersebut belum menjadi jaminan peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Apalagi, Tyas menilai pembangunan RSUD selama ini tidak efisien menggunakan dana.Dengan dana sharing yang selama ini tersalur, proyek itu mestinya sudah rampung. 'Saya lebih sepakat anggaran itu langsung diakumulasikan untuk batuan kesehatan masyarakkat miskin melalui jamkesmasda. Kalau soal penyelesaian bangunan, saya kira sudah sangat banyak dana sharing yang dikeluarkan dan jika diefektifkan,bangunan sudah jadi dan siap pindah,' kritiknya.

Buka Unit Cuci Darah
Manajemen RSUD dr Harjono sepertinya juga tidak menggubris sikap antipati dewan. Kemarin(22/12), sengaja dibuka unit layanan cuci darah atau hemodialisis. Tak tanggung-tanggung,RSUD menyediakan delapan unit layanan hingga para penderita gagal ginjal tak perlu lagi menjalani cuci darah ke Surabaya. 'Cukup cuci darah di Ponorogo saja, mulai sekarang sudah dioperasionalkan, dan akan kami tambah lagi,' jelas dr Yuni Suryadi, direktur RSUD dr Harjono Ponorogo.

Layanan unit cuci darah itu,menurut dia,sebagai bentuk peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Unit itu ternyata juga menjadi salah satu syarat peningkatan status RSUD ke kelas B. 'Sekarang layanan sudah kami siapkan,sehingga nanti jika menempati gedung baru sudah sangat layak,' ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo H Amin yang kemarin (22/12) melihat langsung unit cuci darah di RSUD meminta layanan ini diperuntukkan seluruh masyarakat. Warga miskin, tanpa kecuali. Karena itu, Amin meminta manajemen RSUD bukan menjadikan profit (keuntungan) sebagai tujuan utama. 'Sebaliknya harus mengutamakan pelayanan. Biaya tetap dikenakan, yang penting proporsional dan jangan berlebihan,' pesannya.

Demi meningkatkan pelayanan kesehatan di RSUD, menurut Amin, tak cukup dengan membuka unit cuci darah. Namun, harus ada tambahan unit-unit pelayanan kesehatan dasar hingga warga Ponorogo tak perlu harus ke luar kota untuk berobat. 'Jangan hanya gedungnya saja nanti yang megah. Pelayanan dan kelengkapan sarana juga harus lebih baik,' tambahnya.(dhy/hw/mbak sri/radarmadiun)